Monday, November 26, 2012

Persiapan, Langkah, Unsur dan Istilah DEBAT

Persiapan Debat
Pertama menganalisis hakikat judul. Persiapan berikutnya ialah mencari dan mengevaluasi bukti-bukti yang akan dipilih sebagai alat pembuktian yang akan memperkuat kedudukannya dalam berdebat. Kegiatan berikutnya mengumpulkan dan menyusun pendapat-pendapat dalam suatu pola tertentu yang disiapkan untuk menjadi bahan pembuktian dan pertahanan. Kemudian menduga-duga pendapat lawan.


Thursday, November 22, 2012

Definisi Pengertian Arti Kata Debat

Debat secara bahasa adalah ngotot dan berkeras kepala dalam mempertahankan pendapat sendiri atau menjatuhkan pendapat orang lain, untuk membuat lawan bicaranya menerima pendapatnya. Debat merupakan suatu argumen untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh suatu pihak yang disebut pendukung atau afirmatif, dan ditolak/disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal atau negatif ( Tarigan, 1984 : 86). Pengertian lain tentang debat adalah suatu proses komunikasi lisan, yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat ( Dispodjojo, 1984 : 47 ).

debat


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2003 : 242 ) debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Menurut Dori Wuwur dalam bukunya Retorika (1991:120) debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak. Menurut Kamdhi (1995:24-26) debat adalah suatu pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu pokok masalah dimana masing-masing peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.
Teknik berbicara dikenal dengan ilmu retorika. Ruang debat yang dihadiri oleh massa yang begitu banyak. Persis seperti arena pertandingan tinju. Yang paling unggul dan menang adalah pihak yang terampil dalam ilmu retorika. Itu artinya yang memenangkan perkara tidak pada salah benarnya suatu kasus. Namun yang menang yaitu pihak yang paling cerdas bersilat lidah.
Trus debat yang baik itu seperti apa? Debat yang baik adalah adanya suatu pertukaran pendapat. Perbedaan pendapat lumrah dalam suatu debat. Malah karena lumrahnya, perbedaan pendapat bukan lagi menjadi yang utama dalam sebuah debat. Tapi lebih penting lagi adalah cara menyampaikan pendapat.
Kedua belah pihak (bisa jadi lebih) harus menyadari tujuan mereka mengikuti debat. Yaitu menyampaikan pendapat masing-masing. Lah, sekarang coba pikirkan, bagaimana setiap pihak bisa menyampaikan pendapat kalau salah satu pihak berbicara terus? Penonton pun cuma akan dibuat bingung karena mereka harus mendengarkan 2 orang berbicara bersamaan. Intinya adalah saling menghormati. Setiap pihak/orang punya hak untuk berbicara.
Lalu bagaimana berdebat dengan benar. Ya tentu saja harus dilandasi dengan aturan yang berlaku. Misalnya, tidak ada penghinaan di sana. Menyampaikan kritik dengan pedas adalah sah, tapi kalau sampai mengina pihak lawan (personally), itu tentu sudah tidak bisa dibenarkan. Sekali lagi, moderator harus bisa bertindak untuk mencegah hal-hal seperti itu dapat terjadi.
Sebelumnya, banyak orang yang salah kaprah mengenai debat. Debat bukanlah bagaimana anda dapat mematahkan statement dari lawan anda. Hal itu hanya merupakan sebagian kecil dari debat. Debat yang sebenarnya adalah bagaimana cara kita (debater) untuk membuat orang lain (juri) terpengaruh dan setuju dengan argumen apa yang kita sampaikan. Maka dari pada itu, ketika kita ingin tahu seseorang merupakan debater yang baik atau tidak, kita harus melihat bagaimana caranya dia untuk mempersuasi orang lain dan juga meyakini bahwa apa yang dikatakannya adalah benar, bukan membuktikan bahwa apa kata lawannya salah. Karena dengan meyakini orang lain bahwa argumen kita adalah benar, maka secara langsung kita telah mematahkan argumen dari lawan kita.

Wednesday, November 21, 2012

Love does not always mean to posses

For me, kalimat ini rasanya lebih tepat untuk diartikan sebagai kalimat penghiburan daripada mengartikannya sama dengan arti sebenarnya.
Tak sedikit orang yang bahagia karena cinta, dan tak sedikit juga yang tersakiti karena cinta. Karena menurutku disaat kita mencintai seseorang, kita selalu berusaha mendapatkan dia, membuatnya mencintai kita dan memiliki dia sepenuhnya... 
Terlalu naif ketika seseorang jatuh cinta tapi dia tidak mengharap untuk memilikinya. Tapi, bukankah cinta merupakan bentuk pengorbanan tanpa adanya balasan ?
OK. This might be true.

Cinta rasanya seperti mengikuti undian berhadiah. Menang syukur, tidak menang juga tidak apa-apa. hihiihi...
Cinta mungkin akan bertepuk sebelah tangan. So, what? Sakit adalah bagian dari hidup. Setiap orang yang pernah merasakan cinta, dan kemudian patah hati, pasti akan bisa jatuh cinta lagi. Setiap orang punya terlalu banyak cinta untuk hanya diberikan pada seseorang yang tidak layak untuk memaknainya.

Aku iri dan aku cemburu dengan Pria yang lahir pada tanggal 24 August 1987. Dan dia jadian dengan “S” pada tanggal 16 November 2008.

Dia dihormati karena terlihat berwibawa menggunakan pakaian seragam serta  asesoris kepangkatannya. Disegani dan ditakuti, sikap disiplin dan semangat juang. Dengan badan tinggi, tegap, dan berorot, maka dia terlihat sangat gagah dan macho. Yang pasti jauh lebih baik dari aku, aku sadar itu.
Setiap manusia punya keberuntungan masing-masing:
Ada yang bisa memiliki hatinya saja...
Ada yang bisa memiliki raganya saja...
Namun beruntunglah untuk kamu yang bisa memiliki hati dan raganya 
Sama seperti dia (Pria yang lahir pada tanggal 24 August 1987) yang bisa memiliki hati dan raga “S”.

Dan jika kamu (“S”) sudah nyaman dengan pria itu, aku akan mencoba mengerti. Tapi aku mohon, jangan paksa aku untuk mengorbankan hidupku saat ini hanya untukmu. Ketika kamu bisa dan terbiasa menjalani hari-hari mu dengan kebahagiaan tanpaku… Mungkin kamu tak kan pernah tahu betapa aku selalu meyakinkan hati ini terhadapmu, dengan cinta ini. Untuk tetap mempertahankan semua ini, tapi apa? karena cinta ini aku menangis perih. Karena alasan cinta ini begitu membuatku sakit ketika aku merasa orang yang aku cintai sudah menjadi orang lain.
Meski aku tak kan yakin bisa melalui semua ini, tapi kembali aku harus berusaha berdiri. Tidak sepertimu yang bisa dengan mudah menjalani hari tanpaku. Dan aku pasti tidak hanya akan memerlukan sedikit waktu untuk sendiri dan sadar akan semua ini,, tidak sepertimu yang aku yakin bisa cepat melupakan semua ini dan menjalani hari-harimu seperti sebelum saat kamu mengenalku"

Entahlah sekarang bagaimana dengan perasaanku, perasaan yang mungkin sulit untuk bangkit lagi, yang tergopoh gopoh untuk kembali bangun dan terus berjalan dengan benar... Sekarang perasaanku mulai tak berbentuk, tak berasa, yah mungkin sudah hancur lebih dari berkeping-keping…

Karna pada akhirnya..................
"Aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang ditakdirkan memang bukan untukku."


Monday, November 19, 2012

Para Sahabat Di Tengah Kehidupan Cinta Aku

Dulu saat aku duduk di bangku kelas 1B di salah satu SMP di Kota Jambi. Aku punya sahabat, namanya rikoh. Saat itu aku menyukai teman satu kelasku, namanya khikhi. Aku masih ingat, khikhi pernah kasih aku gantungan pintu. Sedangkan rikoh dikasih topi dari khikhi. Ketika itu aku kasih surat cinta bersama puisi yang aku tulis sendiri. Namun takdir berkata lain, bagi ku Cinta adalah seperti angin. Bisa dirasakan namun tak bisa disentuh. Kisah masih berlanjut. Masih saat di kelas 1, aku juga pernah suka cewek namanya yohan. Sampai saat ini aku masih ingat wajahnya. Gendut, cerewet, jail, tapi manis. Saat itu memang yohan sedang pacaran dengan kawan sekelas aku juga, tapi aku sudah lupa namanya (kalau tidak salah andre). Tapi, yang menjadi masalah. Ternyata yohan juga suka dengan rikoh. Memang di kelas, rikoh bisa dikatakan banyak di sukai cewek-cewek.
Kita lanjutkan lagi, kisahnya.
Saat aku duduk di kelas 3 SMP. Aku pernah suka ke adik kelas, namanya putri. Lagi-lagi wanita yang aku suka, lebih suka ke sahabat aku. Sahabat aku itu namanya dhikho. Namanya hampir mirip dengan sahabat aku saat di kelas 1. Karena rikoh dan dhikho masih hubungan keluarga jauh. Banyak yang bilang, putri dan dhikho berpacaran. Waow. Saat itu aku hanya bisa menjadi secret admirernya Putri. Menyukai seseorang secara diam-diam. 
Kemudian, saat duduk di kelas 2 di salah satu SMA di Kota Jambi. Aku memberanikan diri untuk mendekati seorang cewek di sekolah lain, namanya meria. Lagi-lagi dia lebih dekat ke sahabat aku. Sahabat aku itu lebih pintar dan lebih tahu bagaimana cara membuat wanita senang bila dekat dia. Begitu juga dengan adhe dan ikha, mereka juga lebih suka dengan sahabat aku itu.  Dan sekarang aku akan mengalami hal yang sama. Salah satu sahabat aku di kampus, namanya daril. Dia sedang dalam proses pendekatan dengan seorang cewek yang aku suka namanya elcha. Dan sepertinya daril akan berusaha keras untuk mendapatkan elcha. Walaupun menurut aku elcha tidak mungkin mau menerima cinta daril. Tapi aku tak tahu juga, mungkin takdir akan berkata lain. Mungkin kisah masa lalu akan aku alami lagi nanti: “ketika wanita yang ku sukai lebih menyukai sahabatku…”  :-(

Saturday, November 17, 2012

Cinta Tak Harus Selalu Bersama

Awal perjalanan cinta selalu saja indah. Penuh dengan cerita cinta dan sayang. Gelak dan tawa selalu ada. Membuat hati menjadi hanyut dan larut dalam perasaan. Benar bahwa memang ada cinta dan saling mencintai. Kalau sedang jatuh cinta, jadinya suka buta dan tuli.
Sampai kemudian semuanya berubah. Ternyata cinta darinya itu tidak pernah ada. Selama ini dia hanya main-main saja atau hanya mempermainkan saja. Padahal semua sudah diberikan. Segenap hati dan sepenuh jiwa sudah diserahkan. Dia pergi begitu saja karena sudah memiliki yang lain. Hancur sekali rasanya. Marah, kesal, menangis, meratap dan menyesal kemudian.
Bicara tentang takdir dalam kehidupan, kita memang tidak bisa kemudian menjadikan takdir itu sebagai sebuah alasan untuk tidak lagi memiliki kebahagiaan dan menggapai semua mimpi. Meskipun kita merasa sudah tahu siapa dan apa diri kita sebenarnya, tetapi tidakkah kita ingin bisa selalu bersyukur atas semua rahmat dan anugerah yang diberikan oleh-Nya. Biar bagaimanapun juga, susah dan senang, pahit dan manis bukanlah sebuah pencobaaan ataupun ujian dari-Nya. Semua itu adalah pembelajaran agar kita bisa menjadi lebih baik dan lebih siap lagi menghadapi masa depan.
Larut dan tenggelam dalam duka dan sedih lalu menyendiri dalam sepi?! Biarlah masa lalu berlalu, jadikanlah pijakan untuk hari esok melangkah. Jadikanlah hari esok menjadi lebih terang dan bersinar. Bebaskanlah diri dan berdamailah. Bila memang cinta tak bias memiliki, jangan pernah berharap untuk menerima balasan apapun. Lepaskanlah segala keinginan untuk memiliki itu. Di dalam sebuah ketulusan, tidak ada yang namanya keinginan untuk menerima balasan ataupun rasa memiliki. Yakinlah bahwa Yang Maha Kuasa yang akan memberikan kita lebih baik lagi. Yakinlah masa depan selalu lebih baik dari hari yang kini dan juga masa yang lalu. Penuhi diri dengan cinta dan selalu berikanlah yang terbaik untuk semua.
Biarlah cinta tak selalu harus bersama namun janganlah membuat cinta itu hilang. Cinta itu ada dan ada selalu. Di mana ada CINTA yang sesungguhnya di sanalah ada KEBAHAGIAAN yang SEJATI.